/data/photo/2019/05/24/2482786003.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menampik kabar adanya penarikan uang secara besar-besaran ( rush money) akibat kerusuhan 22 Mei.
Hal itu disampaikan Perry terkait beredarnya pesan singkat yang mengajak masyarakat untuk berduyun-duyun mengambil uangnya baik di bank nasional maupun swasta.
"Kami tidak melihat (rush money) sama sekali. Transaksi perbankan berjalan normal," kata Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (24/5/2019).
Bahkan kata Perry, transaksi perbankan melalui kliring ritel dan sistem kliring nasional bergerak naik baik secara volume maupun nilainya.
Baca juga: Ada Kerusuhan 22 Mei, Modal Asing Tetap Masuk Indonesia
"Transaksi-transaksi bergerak secara normal dan lancar. Demikian juga Anda lihat di sini aktivitas perbankan mengambil uang di BI itu naik," kata Perry.
Bank Indonesia pun mencatat, kemarin Kamis (23/5/2019), sebanyak 13 perbankan bahkan melakukan penarikan uang dari BI untuk kebutuhan uang lebaran (THR) nasabahnya.
https://money.kompas.com/read/2019/05/24/220400526/gubernur-bi-bantah-ada-rush-money-akibat-kerusuhan-22-mei
2019-05-24 15:06:19Z
52781628028469
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Gubernur BI Bantah Ada Rush Money akibat Kerusuhan 22 Mei - Kompas.com - KOMPAS.com"
Post a Comment