/data/photo/2021/05/25/60aca12b5410a.jpg)
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati khawatir naiknya kasus Covid-19 yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir bisa mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021.
Pasalnya, kenaikan kasus Covid-19 menekan mobilitas dan aktifitas konsumsi masyarakat. Sementara pada kuartal II 2021 ini, pemerintah memasang target ekonomi tumbuh 8,3 persen.
"Kalau kita lihat kasus saat ini lonjakannya cukup besar. Jadi kenaikan yang sangat tinggi pada bulan Juni ini harus kita waspadai, karena Juni ini adalah bulan terakhir dari triwulan II 2021," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja KSSK bersama Komisi XI DPR RI, Senin (14/6/2021).
Baca juga: PPN Sembako Diperkirakan Baru Berlaku Saat Pandemi Covid-19 Usai
Wanita yang akrab disapa Ani ini menjelaskan, kasus Covid-19 pada bulan Juni ini sudah meningkat di beberapa provinsi di Pulau Jawa.
Padahal tadinya, peningkatan kasus Covid-19 terjadi di luar Pulau Jawa, antara lain, Riau, Aceh, Sumatera Barat, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat.
Namun, adanya libur panjang pasca-Idul Fitri membuat kasus bergerak ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.
Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email
"DKI Jakarta terjadi kenaikan, Wisma Atlet kemarin, bed occupancy ratio-nya naik dari 16 persen, kemudian 29 persen, lalu 33 persen. Dan sekarang sudah di angka 80 persen," beber Sri Mulyani.
Tak hanya itu, kondisi ekonomi RI akan bergantung pada kondisi ekonomi global. Saat ini, terjadi lonjakan kasus harian di beberapa negara tetangga, antara lain Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.
Baca juga: Sri Mulyani Sebut Masih Ada Potensi Kenaikan Covid-19 Saat Liburan, Beban Ekonomi Makin Berat
Kenaikan kasus tersebut akan mempengaruhi kondisi ekonomi negara-negara di kawasan ASEAN dan pertumbuhan ekonomi di negara-negara emerging termasuk Indonesia.
"Dampak kasus bisa menjalar dan sudah terjadi sekarang masuk ke Indonesia. Ini yang akan kita waspadai nanti pengaruhnya kepada kegiatan ekonomi, terutama Kuartal II 2021," pungkas Sri Mulyani.
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMif2h0dHBzOi8vbW9uZXkua29tcGFzLmNvbS9yZWFkLzIwMjEvMDYvMTQvMTkzNTAwMzI2L3NyaS1tdWx5YW5pLXdhcy13YXMtbmFpa255YS1rYXN1cy1jb3ZpZC0xOS1iaXNhLWJpa2luLWVrb25vbWktcmktamVibG9rLWxhZ2nSAYMBaHR0cHM6Ly9hbXAua29tcGFzLmNvbS9tb25leS9yZWFkLzIwMjEvMDYvMTQvMTkzNTAwMzI2L3NyaS1tdWx5YW5pLXdhcy13YXMtbmFpa255YS1rYXN1cy1jb3ZpZC0xOS1iaXNhLWJpa2luLWVrb25vbWktcmktamVibG9rLWxhZ2k?oc=5
2021-06-14 12:35:00Z
52782813434181
Bagikan Berita Ini
0 Response to "Sri Mulyani Was-was, Naiknya Kasus Covid-19 Bisa Bikin Ekonomi RI Jeblok Lagi - Kompas.com - Kompas.com"
Post a Comment