
Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi mengatakan, upaya yang dilakukan BEI untuk meredam gejolak agar penurunan IHSG tidak semakin dalam.
"Sekarang indeks turun 5% 4.895, halt setengah jam pukul 15.33 WIB, secara teknikal sudah dianggap penutupan, tinggal besok pagi dibuka. Sudah closing," terang Fakhri Hilmi dalam acara media gathering di Padang, Sumatera Barat, Kamis (12/3/2020).
"Kalau tidak ada halting, berarti kan terus [melemah] sampai jam [penutupan], tambah lagi penderitaan berlanjut, mungkin bisa 6%, 7% dan lain lain."
Menurut Fakhri, penerapan halting ini juga sudah mengacu pada beberapa bursa saham global, seperti Wall Street di AS yang menghentikan perdagangan setelah indeks Dow Jones amblas 7,5%.
"Semua regulator punya tools masing-masinh, halting, auto rejection, cuma angkanya berbeda-beda. Intinya kita menekan harga supaya tidak turun signifikan," tegasnya.
Juru Bicara OJK, Sekar Putri Djarot mengatakan trading halt sejalan dengan kebijakan OJK dan BEI yang telah diberlakukan dari awal pekan. Hal ini merupakan langkah antisipasi dalam hal terjadi fluktuasi yang tajam di pasar modal.
"Tekanan yang sangat tinggi dan fluktuasi tajam yang dirasakan pasar modal domestik hari ini tidak hanya dialami Indonesia, tapi juga dialami market regional dan global. OJK akan terus mencermati dinamika pergerakan market baik domestik, regional maupun global," kata Sekar melalui pesan singkat kepada CNBC Indonesia, Kamis (12/3/2020).
Dalam keterangan pers yang disampaikan BEI, pembekuan sementara perdagangan ini dipicu penurunan IHSG mencapai 5,01%.
"Hal ini dilakukan sesuai dengan Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia Nomor Kep-00024/BEI/03-2020 tanggal 10 Maret 2020 perihal Perubahan Panduan Penanganan Kelangsungan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia dalam Kondisi Darurat. Perdagangan akan dilanjutkan pada sesi post trading pukul 16.05-16.15 waktu JATS." kata Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono dalam siaran pers, Kamis (12/2/2020).
Penghentian perdagangan di BEI sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi di bursa saham Indonesia. Namun untuk trading halt, baru pertama kali terjadi dalam sejarah pasar modal Indonesia.
(hps/hps)
https://news.google.com/__i/rss/rd/articles/CBMiaGh0dHBzOi8vd3d3LmNuYmNpbmRvbmVzaWEuY29tL21hcmtldC8yMDIwMDMxMjE4MTUxOC0xNy0xNDQ0ODQvb2prLWthbGF1LXRpZGFrLWRpc2V0b3AtaWhzZy1iaXNhLWFuamxvay030gEA?oc=5
2020-03-12 11:22:05Z
52782072941993
Bagikan Berita Ini
0 Response to "OJK: Kalau Tidak Disetop IHSG Bisa Anjlok 7% - CNBC Indonesia"
Post a Comment